Berita  

Perundang-undangan KIA sangat penting dalam mengurangi kasus stunting di Indonesia.

Perundang-undangan KIA sangat penting dalam mengurangi kasus stunting di Indonesia.

Jenderal Sturman Panjaitan, Ketua Fraksi PDI-P di DPR. Foto: Dokumen Publikasi DPR RI

Rakyataceh.co, Jakarta – Sturman Panjaitan, Ketua Fraksi PDI-P di DPR, mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan agar segera disahkannya Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak Tunggal (RUU KIA).

“Sebenarnya jalan masih panjang, tapi saya berjanji akan terus berjuang di masa depan. RUU KIA Itu bisa segera disahkan menjadi undang-undang,” kata Sturman dalam keterangan yang diterima Jumat (24/6).

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap kesejahteraan ibu dan anak sangat mendesak, apalagi mengingat jumlahnya yang sangat tinggi masing-masing. kasus kerdil Hari ini di Indonesia.

Menurut Survei Gizi Bayi Indonesia 2021, prevalensi stunting di Indonesia masih 24,4%, dengan 5,33 juta anak di bawah 5 tahun.

“Jadi keberadaan RUU KIA ini sebenarnya sudah lama diusulkan oleh fraksi lain, dan PDI-P kita melihatnya sangat penting untuk mengurangi stunting di Indonesia. Makanya RUU KIA ini menjadi wajib di negara kita. ,” tegasnya.

Sturman tidak memungkiri bahwa RUU KIA berhasil menyedot perhatian publik karena memberikan angin segar bagi perempuan, namun juga menyulitkan pengusaha.

Namun, dalam proses perumusannya, ia yakin DPR akan berjuang agar tidak bertentangan dengan undang-undang lain, seperti UU No 13 Tahun 2003 tentang UU KIA. tenaga kerja.

“Padahal, masih ada jalan panjang untuk bisa diterima oleh semua pihak, termasuk para pelaku bisnis dan masyarakat,” ujarnya.

Direktur Sturman Panjaitan menggarisbawahi komitmennya untuk mengawasi undang-undang KIA yang sangat dibutuhkan masyarakat dan negara untuk disahkan menjadi undang-undang.

Baca konten menarik lainnya dari Rakyataceh.co di: Rakyataceh.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.