Insiden Kembang Tanjung Karena Lambatnya Respon Panwaslih

Insiden Kembang Tanjung Karena Lambatnya Respon Panwaslih

 

 

BANDA ACEH – Insiden di Kecamatan Kembang Tanjung Pidie sangat disesalkan oleh pihak Irwandi. Lambatnya respon dari pihak Panwaslih merespon kejadian dianggap menjadi penyebab aksi menjadi berlarut dan hingga terjadinya pembakaran.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Irwandi-Nova Pusat Samsul Bahri Ben Amiren dalam relis yang dierima rakyataceh.co, Rabu (2/11) malam.

Samsul Bahri menyampaikan, insiden penurunan dan pengrusakan atribut Posko Irwandi-Nova dan Bendera Partai Aceh di Kecamatan Kembang Tanjung Pidie berawal pada Selasa (1/11) Pengurus Partai Aceh (PA) Kecamatan Kembang Tanjung mengadakan acara di aula dekat Kantor Camat Kembang Tanjong, posisinya persis di depan Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung.

Karenanya Pengurus PA meminta izin kepada Pengurus Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung untuk menaikkan bendera PA disekitar Posko Irwandi-Nova.

Ada kesepakatan pukul 17.00 WIB, setelah acara selesai bendera PA tersebut diturunkan. Kesepakatan ini diketahui oleh Panwaslih Kecamatan.

Namun sampai pukul 20.00 WIB, bendera tersebut belum diturunkan, sehingga Koordinator Posko Irwandi-Nova melaporkan hal ini ke Panwaslih Kecamatan, Polsek dan Koramil Kembang Tanjung.

Setelah dimediasi disepakati semua bendera, termasuk bendera Partai Nasional Aceh (PNA) diturunkan. Pada pukul 22.00 WIB, semua bendera diturunkan oleh masing-masing tim.

Namun keesokan paginya, Rabu (2/11) sekira pukul 05.00 WIB, Pengurus Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung mendapati semua spanduk dan baliho termasuk bendera PNA yang di jalan dan teras posko Kembang Tanjong sudah dirusak dan dibakar.

Mengetahui hal ini, Koordinator Posko Irwandi Nova Kembang Tanjung melaporkan kembali ke Panwaslih, Polsek dan Koramil Kembang Tanjung.

Sekitar pukul 09.00 WIB, pihak Polsek, Danramil dan Panwaslih Kecamatan mendatangi lokasi Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjong. Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk dilakukan mediasi oleh pihak Panwaslih Kecamatan. Dengan cara menghadirkan pimpinan PA Kecamatan Kembang Tanjong.

Namun sampai pukul 11.00 WIB, Panwaslih belum bisa melakukan mediasi dengan alasan belum ada petunjuk dari Panwaslih Kabupaten Pidie.

Karena masa pendukung Irwandi-Nova dan masyarakat Kembang Tanjong sudah berkumpul di depan Posko Irwandi-Nova dengan jumlah sekitar 500 orang dan mediasi belum juga terjadi, maka massa bergerak untuk melakukan penurunan bendera dan atribut PA sekitar pukul 11.00 WIB.

Pada pukul 11.15 WIB, Pj Ketua DPW PNA Pidie Thamren Ananda menghubungi Kapolres Pidie karena sudah tidak sanggup menenangkan masa. Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolres tiba di lokasi dan sebelumnya kasat intel beserta pihak kepolisian sudah berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan kronologis kejadian ini, pihaknya ingin menyampaikan, apresiasi kepada pengurus Posko Irwandi-Nova Kecamatan Kembang Tanjung dan Pj Ketua DPW PNA Pidie yang telah berusaha menempuh upaya hukum dengan melaporkan beberapa insiden kepada penegak hukum Pilkada yaitu Panwaslihcam dan juga kepolisian sektor Kembang Tanjung.

Dia juga memberikan apresiasiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelesaikan perselisihan ini dengan musyawarah mufakat sehingga terciptanya kesepakatan damai.

Reaksi massa yang menurunkan atribut adalah spontanitas tanpa dikomandoi dan disebabkan karena lambatnya respon pihak Panwaslihcam atas laporan pengrusakan atribut Irwandi – Nova.

“Reaksi ini bukan karena dendam namun lebih sebagai luapan kekecewaan massa terhadap penyelenggara Pilkada,’ tukas Samsul Bahri.

Pada kesempatan tersebut dia juga menyesalkan pernyataan Juru Bicara Partai Aceh di Media Aceh yang menuduh secara sepihak insiden di Kembang Tanjung dikomandani oleh Saudara Thamrin Ananda.

“Kehadiran Saudara Thamrin Ananda dilokasi insiden bukan untuk memprovokasi massa karena Thamrin, sejak September 2016 menjabat sebagai Pj Ketua DPW PNA Pidie dan saat kejadian Saudara Thamrin secara aktif berusaha menenangkan massa,” terangnya lagi.

Dia juga menyampaikan, kepada seluruh Tim Irwandi-Nova baik dari relawan maupun kader partai pengusung agar tetap solid, terpimpin dan tetap menjaga situasi yang kondusif demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menentukan pilihannya pada Pilkada 2017. (phona)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below