Pemkab Aceh Utara Bangun dan Rehab  2.493 Rumah Dhuafa  

Pemkab Aceh Utara Bangun dan Rehab  2.493 Rumah Dhuafa   

 

BUPATI Aceh Utara H Muhammad Thaib atau yang akrab disapa Cek Mad terus merealisasikan visi misinya menuntaskan dhoe (kebodohan), deuk (kelaparan/kemiskinan), dan dak/nadak (penyakitan). Salah satu terobosan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di 27 kecamatan di kabupaten itu adalah pembangunan rumah dhuafa.

 

Sejak memimpin Aceh Utara pada 2012, hingga kini Cek Mad sudah membangun 1.767 rumah dhuafa, dan merehab 726 rumah. Totalnya 2.493 unit. Padahal, tidak mudah membangun dan merehab ribuan rumah dengan anggaran daerah yang minim. Tapi Cek Mad mampu mewujudkannya. Hal itu merupakan bukti kepedulian Cek Mad terhadap masyarakat miskin.

 

Jika hanya mengandalkan dana APBK, kemungkinan pembangunan rumah dhuafa tak akan terwujud. Karena itu, Cek Mad bekerja keras mencari sumber dana lain, dari APBA, APBN, juga memanfaatkan dana otonomi khusus (otsus) untuk program tersebut. Bahkan, Cek Mad menggunakan dana pribadinya untuk merehab rumah warga miskin. Ini ia lakukan agar warga miskin di Aceh Utara bisa tinggal di rumah layak huni.

 

Peningkatan pembangunan rumah dhuafa jelas terlihat selama kepemimpin Cek Mad. Tahun 2011, jumlah rumah dhuafa yang dibangun 26 unit. Tapi saat Cek Mad memimpin pada 2012, jumlah rumah yang dibangun 106 unit dan rehab tiga unit. Tahun 2013, Cek Mad menambah jumlahnya menjadi 497 unit, dan rehab 80 unit.

 

Tahun 2014, Pemkab Aceh Utara membangun lagi rumah dhuafa 303 unit, dan rehab 271 unit. Tahun 2015, dibangun 293 unit, dan rehab 241 unit, serta tahun 2016 dibangun 258 unit dan rehab 131 unit. Pembangunan rumah dilakukan Dinas Cipta Karya dan Baitul Mal. Sedangkan rehab dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk.

 

“Meski sudah kita bangun rumah seribuan unit dan ratusan direhab, tapi masih banyak rumah yang harus dibangun. Tidak cukup waktu lima tahun untuk membangun rumah dhuafa di Aceh Utara dengan 852 desa. Bagi mereka yang belum mendapatkannya, akan kita bangun pada tahun selanjutnya, sampai tuntas,” ujar Cek Mad.

 

Agar penerima program pembangunan dan rehab rumah dhuafa tersebut tepat sasaran, Cek Mad turun langsung ke pedalaman atau pelosok Aceh Utara. Bahkan, sebagian diantaranya dibangun dan direhab atas dasar tinjauan bupati ke lokasi. Secara diam-diam, Cek Mad juga mengawasi proses pengerjaan. Namun, tidak banyak yang tahu. Karena Cek Mad tidak sesumbar. Ia tipe orang yang sedikit bicara, tapi banyak bekerja.

 

“Salah satu alasan setiap tahun pembangunan rumah dhuafa dilakukan meskipun dananya minim, agar kehidupan masyarakat Aceh Utara harus lebih baik. Memang tidak mudah, tapi ini komitmen saya. Ke depan, pembangunanrumah dhuafa dan program lain yang langsung menyentuh rakyat akan terus kita lanjutkan,” pungkas H Muhammad Thaib.

 

Sangat Perhatian
Bupati selalu mengingatkan kami agar pembangunan rumah dhuafa tepat sasaran, meskipun rumah yang kami bangun dan rehab itu sudah tepat sasaran. Artinya Pak Bupati menaruh perhatian besar terhadap program ini. Bahkan, ada rumah yang kami bangun dan rehab atas informasi dari Pak Bupati yang turun langsung ke desa-desa.

 

Pak Bupati juga selalu meminta agar jumlah rumah yang dibangun selalu ditingkatkan, dan beliau selalu mencari peluang sumber dana untuk membangun Aceh Utara. Untuk itu, tahun 2017, rumah yang akan kita rehab sekitar 200 lebih.

* Jailani MM, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Utara


Meningkat Signifikan
Pembangunan rumah dhuafa di Aceh Utara meningkat dalam lima tahun terakhir, atau selama Aceh Utara dipimpin Pak Bupati Muhammad Thaib. Sebab, Pak Bupati sendiri yang menginstruksikan penambahan jumlah rumah dhuafa.

 

Bupati juga selalu mengarahkan kami untuk mencari berbagai sumber dana, agar semakin banyak duafa yang bisa tinggal di rumah layak huni. Untuk tahun 2017, kita recanakan membangun 300 unit lagi, 100 diantaranya untuk nelayan di Dewantara yang bersumber dana dari Pemerintah Pusat.
* Ir Azmi MT, Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Utara.

 

Terima Kasih Cek Mad
Saya sudah 13 tahun tinggal di rumah yang tidak layak huni, karena saya tidak mampu membangunnya sendiri. Namun, saya sangat bersyukur, dalam masa kepemimpinan Cek Mad, sudah bisa tinggal di rumah yang layak huni. Terima kasih Cek Mad, kami berharap Cek Mad diberi kesempatan lagi untuk bisa memimpin Aceh Utara ke depan, sehingga masyarakat miskin lainnya bisa mendapat rumah yang layak huni.
* Fuadi Rasyid, salah satu penerima rumah bantuan asal Kecamatan Sawang.

 

Semoga Terus Dilanjutkan
Kepedulian Cek Mad terhadap masyarakat miskin sudah terbukti, salah satunya dengan pembangunan rumah dhuafa, dan program-program lain yang manfaatnya dapat kami rasakan langsung. Karena itu kami berharap Cek Mad dapat melanjutkan kembali program pembangunan rumah dhuafa, sehingga ke depan, di Aceh Utara tak ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tak layak huni.(adv)


* Abdul Rafar, warga Tanah Jambo Aye.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below