Ketua MAA Subulussalam Khairul Umam Resmi Mundur

Ketua MAA Subulussalam Khairul Umam Resmi Mundur

 

SUBULUSSALAM  – Setelah lebih sebulan kasusnya mencuat, akhirnya dengan kesadaran sendiri, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam, Khairul Umam secara resmi mengundurkan diri dari jabatan dan keanggotaan.

Pengunduran diri Khairul Umam disampaikannya melalui selembar surat bermaterai ditujukan pada Walikota tertanggal 27 September 2016.

“Dengan ini menyatakan bahwa saya selaku ketua Majelis Adat Aceh Kota Subulussalam mengundurkan diri dari lembaga dan jabatan saya selaku ketua MAA Kota Subulussalam, dan tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun juga atas dasar kesadaran sendiri,“ tulis Khairul Umam dalam suratnya.

Surat tersebut dibacakan Wakil Ketua I MAA Kota Subulussalam, Safran Kombih saat memimpin rapat pleno terkait pengunduran diri tersebut di kantor MAA, Kamis (29/9). Usai pleno, surat diserahkan pada pemerintah. Namun, isi surat tersebut tidak memuat alasan terkait pengunduran dirinya dari ketua dan keanggotaan MAA Kota Subulussalam. Rapat pleno yang dihadiri Kepala Sekretariat MAA, H. Masri itu juga terlihat delapan dari 15 anggota majelis.

“Sebagian kawan-kawan ada halangan dan ada di luar daerah sehingga belum bisa hadir dalam rapat ini,“ jelas Safran.

Safran Kombih menyatakan, surat pengunduran diri Khairul Umam tersebut terkait tudingan yang hangat dibicarakan warga. “Bulan Agustus lalu, kami mendapat kabar dari salah satu pemilik akun facebook, adanya penangkapan terhadap Khairul Umam yang diduga berduaan dengan seorang perempuan. Dan disusul dengan pemberitaan dan langsung kami tindaklanjuti “ kata Safran.

Untuk mengisi kekosongan jabatan Ketua, kata Safran, sesuai dengan qanun Aceh nomor 20 tahun 2010 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja Majelis Adat Aceh, otomatis yang mengisi adalah Wakil Ketua sesuai tingkatannya dalam hal ini adalah dirinya sendiri.

“Sisa masa jabatan ada delapan bulan lagi hingga bulan Desember 2017 mendatang. Menunggu adanya rapat penunjukkan Ketua, dalam satu bulan ini biarlah saya sebagai Ketua “ kata Safran.

Sementara, Nukman Angkat yang turut menggerebek Khairul Umam pada bulan Agustus lalu mengaku puas dengan pengunduran dirinya dari keanggotaan dan ketua MAA. Dengan adanya pengunduran diri tersebut kata Nukman, tuntutan dia bersama rekan-rekannya yang ikut menggerebek sudah terjawab. “Tuntutan kami sudah terjawab dengan pengunduran Khairul Umam dari Ketua dan pengurus MAA, “kata Nukman.

Wakil Walikota Subulussalam, Drs. Salmaza mengaku belum mengetahui dan menerima surat pengunduran diri Khairul Umam. Ia akan segera  mempelajari dan akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut. “Pertama kita serahkan dulu ke Internal MAA siapa yang ditunjuk sebagai pejabat sementara menggantikan Khairul Umam, “ kata Salmaza. (sm)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below