60 Persen Pengemis di Lhokseumawe Warga Acut

60 Persen Pengemis di Lhokseumawe Warga Acut

pengemis

Razia Gepeng : Anggota Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe mengamankan gelandangan dan pengemis yang beroperasi di sejumlah persimpangan dan lampu merah di kota Lhokseumawe, Selasa (9/8) Rakyat Aceh/ Nouval

–Mayoritas penyandang masalah kesejahteraan sosial yang mengemis di kota Lhokseumawe, diketahui merupakan warga Kabupaten Aceh Utara. Hal ini terungkap dalam penertiban razia gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Lhokseumawe, Selasa (9/8).
“Dominasi para penyandang masalah kesejahteraan sosial melakukan praktik mengemis di Lhokseumawe merupakan warga Aceh Utara mencapai 60 persen,” ungkap Kasat Pol PP Dan WH M Irsyadi, kepada Rakyat Aceh.
Razia ini dilakukan sejak pukul 10.00 Wib hingga selesai dengan bekerja sama Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan kota setempat. Selain persimpangan lampu merah, razia juga ikut dilakukan di sejumlah pasar di kota itu
“Razia dilakukan karena aktivitas gepeng maupun pengemis sudah sangat meresahkan penguna jalan khususnya di persimpangan lampu merah yang kita khawatirkan terjadi kecelakaaan lalu lintas, dan pada kesempatan ini kita berhasil menjaring 23 pengemis, delapan dari Aceh Utara, Aceh Selatan , Aceh Timur dan selebihnya kota Lhokseumawe “ tutur Isryadi lagi.
Pria ini berharap dengan dilakukan penetiban ini dapat terciptakan keamanan dan keteriban public diwilayah kota Lhokseumawe, khususnya pengunan jalan.
Adapun pengemis anak dibawah umur yang tertangkap akan diserahkan ke panti rehabilitasi atau panti yang membina anak yatim. Bahkan para anak – anak tersbeut telah beberapa kali ditangkap pihak Satpoll karena meminta – minta di tempat umum maupun persimpangan jalan.
Sementara Nurdahlina dari pihak Dinas Sosial Dan Tenaga kerja kota setempat, Untuk pengemis ditangkap berdomisili di Aceh, akan diserahkan kepada pihak dinas sosial kabupaten tersebut.

“ Sementara bagi pengemis yang berdomisi di Aceh Utara kita telah berkoordinasi dan mengembalikannya ke pihak Dinas Sosial Aceh Utara, sementara yang berasal dari kabupaten lain, secepatnya kita berkoordinasi agar bisa dupulangkan ketempat asal. Sementara pada tahap ini kita lebih focus kepada briving atau sosialiasi dan kita kasih pengertian tentang pemahaman jangan mengemis,” pungkasnya. (val/msi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below